Siapa Experts Somatic Work?
Jan 03, 2026
Somatic work dikembangkan melalui lineage lebih dari 50 tahun oleh para ahli seperti Peter Levine, Bessel van der Kolk, Moshe Feldenkrais, dan Alexander Lowen, serta divalidasi oleh riset neurosains modern tentang sistem saraf dan trauma.
Dari Peter Levine sampai Bessel van der Kolk
Lineage 50+ Tahun yang Kredibel dan Terbukti
Di konten sebelumnya, kita sudah bahas apa itu somatic work dan kenapa trauma tidak cuma ada di pikiran, tapi juga di tubuh.
Sekarang pertanyaan yang wajar muncul adalah:
“Framework-nya masuk akal.
Tapi siapa yang mengembangkan somatic work?
Siapa para ahlinya?
Apakah ini metode yang benar-benar kredibel atau cuma tren baru?”
Pertanyaan itu valid.
Dan jawabannya jelas:
Somatic work punya lineage lebih dari 50 tahun, dengan para ahli yang kredibel dan riset ilmiah yang kuat.
Ini bukan tren.
Ini metodologi yang sudah teruji.
Peter Levine dan Observasi terhadap Hewan
Kita mulai dari Peter Levine, karena dialah game changer modern dalam dunia somatic work.
Siapa Peter Levine?
Peter Levine adalah psikolog dan spesialis trauma yang mengubah cara dunia memahami trauma dan sistem saraf.
Insight terbesarnya datang bukan dari laboratorium, tapi dari observasi sederhana:
dia mengamati hewan.
Kisah Rusa
Bayangkan seekor rusa di alam liar.
Tiba-tiba ada predator menyerang.
Apa yang terjadi?
Rusa itu freeze.
Sistem sarafnya masuk mode bertahan hidup. Tubuhnya kaku. Tidak bisa bergerak.
Lalu predator pergi. Ancaman hilang.
Dan di sinilah momen pentingnya.
Rusa itu mulai berguncang.
Seluruh tubuhnya bergetar. Kaki, perut, dada. Semua ikut bergerak.
Guncangan ini berlangsung lama. Bisa 10, 15, bahkan 20 menit.
Setelah selesai?
Rusa itu berjalan pergi.
Normal. Tenang. Tidak membawa trauma ke hari berikutnya.
Rusa tersebut memproses trauma secara utuh.
Manusia Melakukan Kebalikannya
Manusia mengalami respons sistem saraf yang sama saat trauma.
Freeze.
Shock.
Tidak bisa bergerak.
Tapi setelah itu?
Manusia menahan getaran.
Menahan tangis.
Menahan tubuh.
Kita bilang ke diri sendiri:
“Kuat.”
“Jangan lebay.”
“Sudah lewat.”
Akibatnya, proses alami pelepasan trauma terhenti.
Dan energi trauma itu tetap tinggal di sistem saraf.
Penemuan Peter Levine
Peter Levine menyadari satu hal penting:
Hewan bisa pulih dari trauma karena mereka mengizinkan sistem saraf menyelesaikan responsnya.
Manusia tidak.
Dari sinilah lahir Somatic Experiencing (SE).
SE adalah metode yang membantu sistem saraf manusia menyelesaikan respons trauma secara alami, seperti yang dilakukan hewan.
Melalui:
-
getaran alami
-
gerakan mikro
-
kesadaran sensasi tubuh
Bukan dipaksa.
Bukan dianalisis berlebihan.
Kenapa Pendekatan Ini Kuat
Karena somatic work tidak menciptakan mekanisme baru.
Ia bekerja dengan mekanisme yang sudah ada secara biologis di tubuh manusia.
Tubuh sebenarnya tahu cara pulih.
Kita hanya sering menghalanginya.
Bessel van der Kolk dan Pembuktian Ilmiah
Kalau Peter Levine menemukan bagaimana trauma dilepaskan,
Bessel van der Kolk membuktikan di mana trauma disimpan.
Siapa Bessel van der Kolk?
Bessel van der Kolk adalah neuroscientist dan peneliti trauma terkemuka.
Ia memimpin Trauma Center dan menulis buku penting berjudul
The Body Keeps the Score.
Brain Scan dan Trauma
Van der Kolk menggunakan teknologi pemindaian otak (fMRI) untuk melihat apa yang terjadi di otak orang dengan trauma.
Hasilnya konsisten.
Trauma tidak tersimpan di prefrontal cortex, bagian otak yang berpikir rasional.
Trauma mengaktifkan:
-
Amygdala
Alarm bahaya emosional -
Insula
Pusat kesadaran sensasi tubuh
Keduanya bagian dari sistem limbik.
Bukan otak berpikir.
Kenapa Ini Penting?
Karena ini menjelaskan kenapa terapi bicara saja sering tidak cukup.
Kita berbicara ke otak berpikir.
Sementara trauma hidup di sistem emosional dan sistem saraf.
Kalau sistem saraf yang menyimpan trauma,
sistem saraf juga yang harus menyelesaikannya.
Inilah inti dari somatic work.
Lineage Sebelum Levine dan van der Kolk
Somatic work tidak muncul tiba-tiba.
Ada sejarah panjang di belakangnya.
Wilhelm Reich
Reich adalah psikoanalis murid Freud.
Ia yang pertama kali menyatakan bahwa trauma emosional tersimpan sebagai ketegangan otot dan postur tubuh.
Ia menyebutnya character armor.
Walaupun karyanya kontroversial, ide intinya menjadi fondasi somatic work.
Alexander Lowen
Lowen mengembangkan Bioenergetics.
Beliu menunjukkan bahwa:
-
postur mencerminkan kondisi emosional
-
napas dan gerakan bisa membuka emosi yang tersimpan
-
tubuh punya kecerdasan sendiri
Pendekatannya masih dipakai sampai hari ini.
Moshe Feldenkrais
Feldenkrais adalah fisikawan dan praktisi bela diri.
Beliau mengembangkan Feldenkrais Method, yang menunjukkan bahwa:
-
kebiasaan gerak mencerminkan sistem saraf
-
kesadaran gerak bisa mengubah pola
-
perubahan terjadi lewat pengalaman, bukan pemaksaan
Era Modern
David Berceli
Berceli mengembangkan TRE (Tension and Trauma Release Exercises).
Pendekatan ini memicu getaran alami tubuh untuk melepaskan ketegangan.
Dipakai di:
-
zona perang
-
kamp pengungsi
-
area bencana
Sangat praktis dan mudah diakses.
Validasi Neurosains Modern
Somatic work sekarang didukung oleh banyak temuan ilmiah, seperti:
-
Polyvagal Theory (Stephen Porges)
Sistem saraf bisa berubah lewat napas, sensasi, dan rasa aman -
Interoception
Kemampuan merasakan kondisi internal tubuh yang sering rusak akibat trauma -
Neuroplasticity
Sistem saraf bisa dilatih ulang, bukan sesuatu yang permanen
Kenapa Lineage Ini Penting
Karena ini menunjukkan bahwa somatic work:
-
punya sejarah panjang
-
dikembangkan oleh banyak ahli
-
diuji secara klinis
-
digunakan secara global
Ini bukan metode pinggiran.
Ini sudah masuk arus utama sains trauma.
Ringkasan Singkat
Somatic work:
-
punya lineage 50+ tahun
-
dikembangkan oleh para ahli kredibel
-
divalidasi oleh neurosains
-
digunakan secara klinis di seluruh dunia
Ini bukan tren.
Ini metodologi yang terbukti.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Somatic Work
Siapa ahli somatic work yang paling dikenal?
Peter Levine dan Bessel van der Kolk adalah dua ahli somatic work paling dikenal, dengan kontribusi besar dalam bidang trauma, sistem saraf, dan neurosains.
Apakah somatic work metode ilmiah?
Ya. Somatic work didukung oleh riset neurosains, termasuk pemindaian otak, teori sistem saraf, dan penelitian tentang trauma dan neuroplastisitas.
Sejak kapan somatic work dikembangkan?
Somatic work berkembang sejak awal abad ke-20 dan diperkuat oleh riset modern selama lebih dari 50 tahun.
Apa perbedaan somatic work dan terapi bicara?
Somatic work bekerja langsung dengan tubuh dan sistem saraf, sementara terapi bicara fokus pada pikiran dan narasi kognitif.
Apakah somatic work hanya tren baru?
Tidak. Somatic work memiliki sejarah panjang, lineage ilmiah, dan digunakan secara global dalam konteks klinis dan terapeutik.
Next
Sekarang kamu sudah tahu:
-
apa itu somatic work
-
siapa para ahlinya
-
kenapa pendekatan ini kredibel
Pertanyaan berikutnya biasanya:
“Lalu, bagaimana cara mempraktikkannya secara nyata?”
Itu yang kita bahas di konten selanjutnya:
S.E.L.F Reset Method™.
Bukan teori.
Tapi sistem yang bisa dipraktikkan.