Apa Itu Somatic Work? Kenapa Trauma Ada di Tubuh, Bukan Cuma Pikiran
Feb 01, 2026
Pernah enggak sih kamu ngerasa seperti ini:
“Aku sudah coba semuanya.
Aku sudah konsul terapi.
Aku sudah bicara tentang trauma.
Aku sudah coba berbagai cara.
Tapi kenapa polanya masih berulang?
Kenapa aku masih stuck?”
Kalau kamu pernah merasa seperti itu, kamu tidak sendirian.
Banyak orang sudah menjalani terapi tradisional, sudah mencoba afirmasi, sudah mencoba berpikir positif, tapi tidak ada perubahan yang benar-benar bertahan.
Dan aku akan bilang jujur: mungkin kamu bekerja di level yang salah.
Karena masalahnya bukan cuma di pikiran.
Masalahnya ada di tubuhmu.
Apa Itu Somatic Work?
Kata “somatic” berasal dari bahasa Yunani, soma, yang artinya tubuh.
Somatic work secara sederhana berarti bekerja dengan tubuh.
Ini bukan pijat atau olahraga biasa.
Somatic work bekerja di lapisan yang lebih dalam.
Somatic Work Adalah Tentang
1. Tubuh sebagai pembawa informasi
Tubuhmu seperti hard drive komputer.
Trauma, emosi, dan pola hidup tersimpan di sana.
Semua itu tersimpan di:
-
otot
-
sistem saraf
-
jaringan tubuh
Banyak orang mengira trauma hanya ada di kepala.
Padahal trauma tersimpan di tubuh.
2. Regulasi sistem saraf
Somatic work mengajarkan cara menenangkan atau mengaktifkan sistem saraf secara sadar.
Bukan lewat berpikir.
Tapi lewat merasakan.
3. Kesadaran sensasi
Belajar merasakan apa yang terjadi di tubuh, bukan hanya memikirkannya.
Misalnya:
-
kapan tubuh terasa tegang
-
di bagian mana
-
seperti apa sensasinya
Banyak orang hidup terputus dari tubuhnya sendiri.
Mereka tidak benar-benar tahu apa yang tubuhnya rasakan.
4. Pelepasan trauma
Melepaskan trauma yang tersimpan di otot, jaringan, dan sistem saraf.
Bukan dengan memaksa pikiran berubah,
tapi dengan mengizinkan tubuh melepaskan.
5. Integrasi pikiran dan tubuh
Pikiran dan tubuh bukan dua hal terpisah.
Keduanya satu sistem.
Jika tubuh berada dalam kondisi tidak aman, pikiran tidak bisa berpikir jernih.
Jika pikiran terus cemas, tubuh akan tetap tegang.
Analogi Hard Drive Komputer
Bayangkan tubuhmu seperti hard drive komputer.
Trauma, stres, dan pola hidup seperti file yang tersimpan di dalamnya.
Pendekatan terapi tradisional
Terapi tradisional membicarakan file tersebut.
Harapannya, dengan membicarakannya, file itu akan hilang.
Terapi kognitif
Terapi kognitif mencoba menulis ulang file dengan pikiran sadar.
Harapannya, dengan pikiran positif, file itu akan berubah.
Somatic work
Somatic work bekerja langsung di level sistem saraf.
Somatic work mengakses tempat file itu dijalankan.
Intinya di level yang lebih dalam.
Kenapa Trauma Ada di Tubuh?
Ini pertanyaan penting.
Jawabannya sudah dibuktikan oleh neurosains modern.
Bessel van der Kolk dan pemindaian otak
Bessel van der Kolk adalah salah satu pakar trauma terkemuka.
Beliau melakukan pemindaian otak pada orang-orang dengan trauma.
Hasilnya jelas.
Trauma tidak tersimpan di otak berpikir rasional (prefrontal cortex).
Trauma tersimpan di:
-
Amigdala, pusat respons bahaya dan emosi
-
Insula, pusat kesadaran sensasi tubuh
Keduanya bagian dari sistem limbik, bukan otak berpikir.
Kenapa Ini Penting?
Inilah alasan kenapa terapi bicara saja sering tidak cukup.
Kamu berbicara ke otak berpikir.
Tapi trauma tersimpan di sistem emosional dan sistem saraf.
Jika sistem saraf tidak disentuh langsung, trauma tetap tinggal.
Masalah tetap berulang.
Contoh Nyata: Pola Perfeksionis
Bayangkan seorang ibu, 38 tahun.
Menikah, dua anak, hidup terlihat baik-baik saja.
Tapi ia terus cemas, membandingkan diri, bekerja tanpa henti, dan sulit beristirahat.
Di terapi, si ibu memahami bahwa pola ini berasal dari masa kecil.
Secara sadar, dia sudah tahu polanya.
Tapi sistem sarafnya masih berkata:
“Bahaya. Kamu harus bekerja lebih keras. Kamu harus membuktikan diri.”
Walaupun pikirannya mengerti, tubuhnya tidak berhenti.
Realitas Somatik
Saat berada di lingkungan sosial, tubuhnya bereaksi cepat:
-
dada terasa sesak
-
perut mengeras
-
wajah terasa panas
-
tubuh terasa berat
Ini bukan pikiran.
Ini sensasi fisik.
Respons sistem saraf terjadi dalam hitungan milidetik, jauh sebelum pikiran sadar sempat berpikir.
Sistem Saraf Tidak Mendengar Pikiran Positif
Berdoa, afirmasi, dan berpikir logis bisa menenangkan pikiran.
Tapi sistem saraf tetap merespons apa yang terasa aman atau tidak.
Dan sistem saraf mengingat cara lama untuk bertahan hidup.
Karena itu, pola yang terus berulang.
Somatic Work Mengakses Sistem Saraf Secara Langsung
Somatic work berbicara langsung ke sistem saraf.
Somatic work membantu tubuh merasakan:
“Kamu aman sekarang. Kamu tidak perlu bertahan seperti dulu.”
Ketika sistem saraf benar-benar merasakan itu,
pola lama mulai melemah dengan sendirinya.
Perilaku berubah tanpa dipaksa.
Bagaimana Somatic Work Bekerja
Langkah 1: Menyadari sensasi
Berhenti sejenak dan merasakan tubuh.
Langkah 2: Mengizinkan sensasi hadir
Tidak ditekan, tidak dilawan.
Langkah 3: Emosi muncul
Emosi yang selama ini tertahan mulai terasa.
Langkah 4: Pola terlihat
Pola dipahami sebagai strategi bertahan hidup.
Langkah 5: Sistem saraf belajar rasa aman
Tubuh belajar bahwa strategi lama tidak lagi diperlukan.
Urutan Penting
Sensasi mendahului emosi.
Emosi mendahului pikiran.
Karena itu, perubahan dimulai dari tubuh, bukan dari pikiran.
Tubuh Tidak Berbohong
Pikiran bisa menyangkal.
Pikiran bisa merasionalisasi.
Tubuh tidak.
Jika sistem saraf merasa terancam, tubuh akan masuk mode bertahan, meski pikiran berkata “aku baik-baik saja”.
Karena itu, somatic work memperhatikan tubuh, bukan hanya kata-kata.
Penutup: Somatic Work sebagai Bagian yang Hilang
Jika kamu sudah mencoba terapi, afirmasi, dan berpikir positif tapi tidak ada yang benar-benar berubah, somatic work mungkin adalah bagian yang selama ini belum tersentuh.
Karena ia bekerja di tempat masalah itu benar-benar hidup.
Di sistem saraf.
Di tubuh.
Ringkasan Singkat
-
Somatic work bekerja melalui tubuh, bukan hanya pikiran
-
Trauma tersimpan di sistem saraf dan jaringan tubuh
-
Terapi bicara saja sering tidak cukup
-
Perubahan terjadi ketika sistem saraf belajar rasa aman
Pulang ke diri yang utuh dimulai dari tubuh.
Pertanyaan Umum tentang Somatic Work
Apa itu somatic work?
Somatic work adalah pendekatan yang bekerja melalui tubuh dan sistem saraf, bukan hanya melalui pikiran.
Kenapa somatic work berbeda dari terapi bicara?
Karena trauma tidak hanya tersimpan sebagai cerita, tetapi sebagai respons tubuh.
Apakah somatic work aman?
Jika dilakukan secara trauma-informed, somatic work menekankan rasa aman dan regulasi sistem saraf.
Apakah somatic work cocok untuk semua orang?
Somatic work sangat membantu bagi orang yang merasa terapi bicara tidak cukup.
Berapa lama proses somatic work?
Prosesnya bertahap dan bergantung pada kesiapan sistem saraf masing-masing orang.
Apakah somatic work sama dengan meditasi?
Tidak. Meditasi fokus pada kesadaran pikiran, sedangkan somatic work fokus pada sensasi tubuh.
Kenapa saya sudah paham trauma saya tapi tetap bereaksi?
Karena pemahaman kognitif tidak otomatis mengubah respons sistem saraf.
Next Step
Sekarang kamu understand apa itu somatic work dan kenapa itu penting.
Tapi kamu mungkin wonder: Siapa yang actually develop ini? Siapa experts yang discover somatic work?
Itu exactly apa yang kita bahas di next post.
Next: Peter Levine, Bessel van der Kolk, dan lineage somatic work.
Pulang ke dirimu yang utuh. Itu dimulai dengan somatic.