KH Blog

Di Kunci Hidup, kami membahas manifestasi, trauma bonding, nervous system healing, dan identity shift dari perspektif spiritual psychology yang grounded.

Setiap artikel dirancang untuk membantu kamu memahami pola bawah sadar, membaca dinamika emosi, dan melakukan perubahan identitas yang nyata.

Bukan sekadar motivasi atau “tanda semesta”, tapi transformasi yang terstruktur, sadar, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Susah Move On dari Mantan? Ini Penyebab Trauma Bonding

Feb 27, 2026

Susah Move On dari Mantan? Ini Penjelasan Trauma Bonding dan Cara Melepaskannya

Jawaban Singkat

Susah move on dari mantan sering bukan soal kurang kuat atau kurang disiplin. Banyak kasus adalah trauma bonding: ikatan neurologis yang terbentuk dari siklus luka dan rekonsiliasi. Selama sistem saraf masih terikat pada pola tersebut, logika dan willpower tidak cukup. Healing perlu menyentuh level tubuh, attachment, dan regulasi saraf.

Kamu sudah mencoba semuanya.

  • Hapus foto
  • Block nomor
  • Unfollow
  • Coba dating lagi
  • Baca buku self-help

Tapi dia tetap muncul di pikiranmu.

Terutama malam hari. Terutama saat kamu lelah atau kesepian.

Kalau ini terjadi, kemungkinan besar ini bukan cinta yang belum selesai.

Ini trauma bonding.

Apa Bedanya Susah Move On dan Trauma Bonding?

Move on biasa itu sedih, tapi perlahan mereda.

Trauma bonding itu seperti withdrawal.

Gejalanya bisa seperti:

  • Craving untuk menghubungi dia
  • Idealisasi momen baik dan lupa luka
  • Merasa hanya dia yang memahami kamu
  • Withdrawal fisik saat no contact

Ini terjadi karena otak terbiasa dengan pola:

Luka → Rekonsiliasi → Intim → Luka lagi

Pola hadiah tidak konsisten ini sangat adiktif.

Penjelasan lengkap mekanismenya bisa kamu baca di: Trauma Bonding: Kenapa Sulit Lepas dari Hubungan Toxic.

Kenapa Otak Terus Ketarik ke Mantan yang Menyakiti?

Bonding terjadi di sistem limbik — bagian survival, bukan bagian logika.

Tubuh mengasosiasikan:

  • Dia = ancaman
  • Dia juga = rasa lega setelah ancaman

Kombinasi ini menciptakan kebingungan biologis.

Kamu bisa tahu dia toxic.

Tapi tubuh masih menganggap dia sebagai sumber regulasi.

Ini sering berkaitan dengan blueprint attachment sejak kecil.

Kalau kamu ingin memahami polanya, baca: Attachment Style dan Pola Hubungan Dewasa.

Kenapa Willpower Tidak Cukup?

Karena ini bukan masalah disiplin.

Ini masalah sistem saraf.

Selama tubuh masih mengasosiasikan mantan sebagai sumber stabilisasi emosional, kamu akan mengalami craving seperti kecanduan.

Makanya relapse sering terjadi meskipun kamu sudah berniat kuat.

Cara Melepaskan Trauma Bonding

1. No Contact sebagai Intervensi Neurologis

No contact bukan hukuman.

Itu cara memutus siklus dopamin yang terus memperkuat ikatan.

2. Stabilkan Sistem Saraf Setiap Hari

  • Napas lambat dan panjang
  • Grounding fisik
  • Gerakan ritmis
  • Humming atau toning

Tanpa regulasi, kamu hanya mengandalkan tekad.

3. Lepaskan Emosi yang Tersimpan

Trauma tidak hanya ada di pikiran. Ia tersimpan di tubuh.

Tangisan sadar, shaking, journaling somatik membantu discharge energi yang terjebak.

4. Bangun Secure Love Capacity™

Tujuan akhirnya bukan sekadar move on.

Tujuannya membangun kapasitas untuk tidak terikat pada pola yang sama lagi.

Ini disebut Secure Love Capacity™ — kemampuan tetap stabil saat kedekatan meningkat tanpa kehilangan diri.

Baca fondasinya di sini: Cinta Dewasa: Membangun Secure Love Capacity™.

Berapa Lama Move On dari Trauma Bonding?

Tidak ada timeline pasti.

Tapi biasanya ada fase:

  • 2–4 minggu: withdrawal
  • Bulan 2: mulai stabil
  • Bulan 3–6: identitas mulai bergeser

Yang menentukan bukan waktu.

Yang menentukan adalah konsistensi regulasi dan no contact.

Kesimpulan

Susah move on bukan berarti kamu lemah.

Itu berarti sistem sarafmu masih terikat pada siklus lama.

Cinta sehat terasa stabil dan konsisten.

Kalau yang kamu rasakan adalah intensitas, anxiety, dan craving, kemungkinan itu bukan cinta — itu pola.

Dan pola bisa diubah.

Diterbitkan oleh Daissy Sita | Founder Kunci Hidup